Rabu, 04 Desember 2013

Tanpa Judul by Luthfi Nur Aida

Tanpa Judul

                                                                                                Karya : Luthfi Nur Aida


Aku divonis dokter menderita penyakit
Penyakit itu telah membutakan mataku,
Membuat telingaku menjadi tuli dan bahkan
Membuat tubuhku menjadi lemah tak berdaya…

            Aku ingin menjadi mereka yang bisa tersenyum
            Ingin menjadi mereka yang bisa bermain
            Dan ingin menjadi mereka yang bisa bersekolah…

Aku tidak berdaya, hanya bantuan kursi roda
Yang bisa mengantarku kemanapun aku ingin pergi…
Tetapi, satu tujuan kursi rodaku yaitu rumah sakit,
Ia menginginkan aku sembuh …

  Dokter memvonis penyakitku kurang dari tiga hari
  Akan.. ya… aku mengira akan sembuh
  Tetapi berkehendak lain,
  Tuhan ingin mencabut nyawaku…

            Tuhan… Sebelum Engkau ambil nyawaku,
            Tiga permintaan dariku untuk-Mu…

  Yaitu aku ingin tersenyum, bermain dan bersekolah…
  Sejak kecil uang orang tuaku, Aku buat berobat
  Jarang aku buat berfoya-foya, main kesana kemari
  Bahkan sampai di umurku yang ke-17 ini aku tidak
  Mempunyai seorang teman, bahkan cinta.

Teman dan cintaku adalah kursi roda, yang setia
Dan sudi menemaniku dari aku kecil hingga ajal
Akan menjemputku nanti…

            Bunda…
            Terima kasih, karena dirimu lah aku bisa mengerti
            Akan pahitnya hidup dan aku berjanji kepadamu, Bunda,
            Aku akan menemukan manisnya hidup disurga nanti…

  Jasa dan pengorbananmu selama 17 tahun ini
  Aku arungi dan akan ku bawa hingga Tuhan
  Menerimaku ke surga nanti…
  Terima kasih, atas asi yang kau berikan kepadaku semasa kecilku.

Ayah..
Terima kasih karena bimbinganmu, aku sampai
Di tujuan akhirku untuk menghadap sang Ilahi…
Terima kasih, atas penghidupan yang kau berikan kepada aku…
Aku bukan siapa-siapa tanpa kehadiran kalian berdua….

            Kini Tuhan bebas untuk menjemput dan mengambilku..
            Tanah telah menungguku untuk aku singgahi dan batu nisan
            Telah siap untuk aku tempati sebagai ukiran namaku…

Salam cinta dan sayang untuk Bunda dan Ayah
Yang senantiasa melindungi, menjaga dan membesarkanku
Hingga kain kafan akan melilitku di kemudian hari…

“Selasa, 22 Desember 2009”

||… Hidup tidak untuk bersenang-senang
Tetapi, maknai hidupmu dengan penderitaan,
Sesungguhnya, dibalik penderitaan tercermin
Sebuah kebahagiaan yang tertunda …||

Tidak ada komentar:

Posting Komentar