Tanpa Judul
Karya : Luthfi Nur Aida
Aku
divonis dokter menderita penyakit
Penyakit
itu telah membutakan mataku,
Membuat
telingaku menjadi tuli dan bahkan
Membuat
tubuhku menjadi lemah tak berdaya…
Aku ingin menjadi mereka yang bisa
tersenyum
Ingin menjadi mereka yang bisa
bermain
Dan ingin menjadi mereka yang bisa
bersekolah…
Aku
tidak berdaya, hanya bantuan kursi roda
Yang
bisa mengantarku kemanapun aku ingin pergi…
Tetapi,
satu tujuan kursi rodaku yaitu rumah sakit,
Ia
menginginkan aku sembuh …
Dokter memvonis penyakitku kurang dari tiga
hari
Akan.. ya… aku mengira akan sembuh
Tetapi berkehendak lain,
Tuhan ingin mencabut nyawaku…
Tuhan… Sebelum Engkau ambil nyawaku,
Tiga permintaan dariku untuk-Mu…
Yaitu aku ingin tersenyum, bermain dan
bersekolah…
Sejak kecil uang orang tuaku, Aku buat
berobat
Jarang aku buat berfoya-foya, main kesana
kemari
Bahkan sampai di umurku yang ke-17 ini aku
tidak
Mempunyai seorang teman, bahkan cinta.
Teman
dan cintaku adalah kursi roda, yang setia
Dan sudi
menemaniku dari aku kecil hingga ajal
Akan
menjemputku nanti…
Bunda…
Terima kasih, karena dirimu lah aku
bisa mengerti
Akan pahitnya hidup dan aku berjanji
kepadamu, Bunda,
Aku akan menemukan manisnya hidup
disurga nanti…
Jasa dan pengorbananmu selama 17 tahun ini
Aku arungi dan akan ku bawa hingga Tuhan
Menerimaku ke surga nanti…
Terima kasih, atas asi yang kau berikan
kepadaku semasa kecilku.
Ayah..
Terima
kasih karena bimbinganmu, aku sampai
Di
tujuan akhirku untuk menghadap sang Ilahi…
Terima
kasih, atas penghidupan yang kau berikan kepada aku…
Aku
bukan siapa-siapa tanpa kehadiran kalian berdua….
Kini Tuhan bebas untuk menjemput dan
mengambilku..
Tanah telah menungguku untuk aku
singgahi dan batu nisan
Telah siap untuk aku tempati sebagai
ukiran namaku…
Salam
cinta dan sayang untuk Bunda dan Ayah
Yang
senantiasa melindungi, menjaga dan membesarkanku
Hingga
kain kafan akan melilitku di kemudian hari…
“Selasa,
22 Desember 2009”
||… Hidup tidak untuk bersenang-senang
Tetapi, maknai hidupmu dengan penderitaan,
Sesungguhnya, dibalik penderitaan tercermin
Sebuah kebahagiaan yang tertunda …||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar